Oleh: Iman Jaladri
Pendahuluan
Umat Islam saat ini sedang diuji. Kekuatan berjamaah yang menjadi kebanggaan Islam terasa menjadi semu. Amar ma’ruf nahi mungkar yang menjadi jiwa dalam berjamaah menyusut fungsi dan tujuannya. Fungsinya adalah mengingatkan dalam kebaikan dan takwa, tapi apa dan berapaun tausiah yang kita terima serta siapapun yang memberikan tausiah tidak mampu merubah jiwa menjadi meningkat keimanannya. Tujuannya adalah mencerdaskan religi, namun seringkali membuat kita tersinggung dan menjadikan saling berbantahan.
Ada suatu kekhawatiran jika hal ini dibiarkan, dan kita tinggal tunggu kehancurannya. Dalam sebuah hadist disebutkan, bahwa jika ada sekumpulan rusa, dan ada salah satu rusa yang berpencar (keluar dari kelompoknya) maka sangat mudah bagi serigala untuk memangsanya.
Tulisan ini bermaksud mengajak umat Islam umumnya dan jamaah Masjid Al-Muhajirin khususnya untuk menumbuhkan kembali jamaah islami. Gerakan Subuh Berjamaah menjadi awal, karena kemuliaannya. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi awal dari kebangkitan Islam di Pontianak khususnya dan Indonesia pada umumnya. Amin …
Keutamaan Shalat Berjama'ah
Shalat berjama'ah mempunyai keutamaan dan pahala yang sangat besar, banyak sekali hadits-hadits yang menerangkan hal tersebut di antaranya adalah:
"Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, "Shalat berjama'ah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada shalat sendirian." (Muttafaq "alaih)
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata,"Bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , "Shalat seseorang dengan berjama'ah lebih besar pahalanya sebanyak 25 atau 27 derajat daripada shalat di rumahnya atau di pasar (maksudnya shalat sendirian). Hal itu dikarenakan apabila salah seorang di antara kamu telah berwudhu dengan baik kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang menggerakkan untuk itu kecuali karena dia ingin shalat, maka tidak satu langkah pun yang dilangkahkannya kecuali dengannya dinaikkan satu derajat baginya dan dihapuskan satu kesalahan darinya sampai dia memasuki masjid. Dan apabila dia masuk masjid, maka ia terhitung shalat selama shalat menjadi penyebab baginya untuk tetap berada di dalam masjid itu, dan malaikat pun mengucapkan shalawat kepada salah seorang dari kamu selama dia duduk di tempat shalatnya. Para malaikat berkata, "Ya Allah, berilah rahmat kepadanya, ampunilah dia dan terimalah taubatnya”, Selama ia tidak berbuat hal yang mengganggu dan tetap berada dalam keadaan suci'." (Muttafaq "alaih)
Mengapa Subuh Berjamaah?
Jika ada seseorang yang bekerja satu hari dan mendapat pengasilan, kemudian mampu menghidupi diri dan keluarganya, maka sangat sedikit yang bisa cukup untuk satu minggu. Sebagian diantara kita adalah bahkan berpenghasilan sehari untuk satu hari. Jika diantara kita ada yang berpenghasilan yang bisa mencukupi tujuh atau delapan keturunan, maka pekerjaannya adalah sangat besar.
Namun sebenarnya, harta tujuh atau delapan keturunan ternyata sangat kecil dibanding dunia seisinya. Dalam sebuah hadist disebukan bahwa dengan hanya melakukan shalat subuh berjamaah, pahalanya adalah lebih baik dari dunia seisinya. Artinya, hanya dengan bangun awal, kemudian pergi ke masjid untuk shalat subuh, maka pahalanya sangat luar biasa.
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, "Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya' dan shalat Shubuh. Seandainya mereka itu mengetahui pahala kedua shalat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Aku pernah berniat memerintahkan shalat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami shalat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam shalat berjama'ah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu'." (Muttafaq "alaih)
Dari hadist di atas, kita diberikan sebuah tantangan, “seandainya mereka tahu”. Nabi Muhammad saw sudah tahu. Dan kita sebagai umatnya, wajib percaya akan sabdanya. Dalam suatu hadist disebutkan, jika tidak mempercayai salah satu saja dari ucapan Nabi saw, maka dianggap tidak mempercayai seluruhnya. Dan tentu saja masuk dalam golongan munafik.
Penutup
Shalat lebih baik dari tidur, maka tidur kita adalah tidur yang tidak berkah jika tidak Shalat Subuh. Kebaikan milik Allah tidak bisa tebantahkan. Niatkan bisa subuh berjamaah besok pagi, karena jika dalam hati sudah berkata “tidak bisa” maka itu yang akan terjadi, sedang kita sudah bertekad ”bisa” yang terjadi bisa “tidak bisa”. *
Anak-anak
Ical, Nadia, Kahfi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar